Tagged: detoksifikasi RSS

  • Yayan Karyani 6:29 am on April 11, 2010 Permalink | Reply
    Tags: bau, detoksifikasi, pemicu kanker, toksin, usus   

    Apakah Usus Anda Bersih? 

    Kulit kita dibersihkan sekurang-kurangnya sehari 2 kali dengan cara mandi, pake sabun lagi. Usus kita kapan dibersihkan? Sabunnya apa? Bagaimana membedakan usus yang kotor dengan usus yang bersih? Demikian pertanyaan-pertanyaan dasar meluncur dari pikiran yang selalu ingin tahu, dan itu wajar.

    Makanan kita yang masuk ke dalam lambung, lalu dalam bentuk bubur encer masuk ke usus halus dan di serap oleh ujung-ujung pembuluh darah sehingga sari-sari makanan masuk ke dalam darah. Bagian makanan yang tidak bisa diserap akan masuk ke dalam usus besar, disana dihancurkan lagi oleh bakteri sambil bergerak mendekati Anus/Dubur hingga siap dibuang. Pertanyaannya: ”Proses tadi lancarkah pada usus kita?”  Kenyataannya tergantung komposisi jenis dan jumlah makanan serta aktifitas kita sehari-hari.

    Usus kita bersih jika, perut kita tidak buncit, nafas kita tidak bau, proses membuang kotoran gampang dan lancar setiap hari satu atau dua kali. Kulit bersih tidak kusam. Kotoran kita setiap Buang Air Besar jumlahnya banyak, warnanya kuning jika tidak konsumsi daun hijau atau cairan klorofil, tidak mencret atau keras. Bau kotoran tidak menyengat/bau sangat tidak enak. Jika warna kotoran kita hitam dan bau menyengat berarti kotoran itu transit di usus besar sudah terlalu lama bisa tahunan dan sudah menjadi toksin tubuh antara lain yang bernama Indol, Skatol, Senyawa-senyawa turunan Sianida dan toksin-toksin itulah yang antara lain akan menjadi pemicu kanker. Bagaimana kondisi usus anda?

    Klik Disini Untuk Memberi Komentar / Pertanyaan
     
    • Lukman Harun 7:43 am on November 23, 2010 Permalink | Reply

      Assalamualaikum wr wb… bu Yayan yang baik, sy punya mitra, bapaknya beliau menderita kanker hati dan ada batu empedu, 2 bulan kami tangani dg C-B-A : riddance, kini,cloropil,propilis, gamat extrak, sauda vco. alhamdulillah ada perbaikan, namum 3 minggu lalu, beliau opname lagi. dokter mengatakn sel kanker masih ada. perut beliau membesar. apa yang harus kami lakukan agar beliau pulih lagi? wasalam, lukman, jogja.

      • Yayan Karyani 9:39 am on Desember 2, 2010 Permalink | Reply

        Saya harus tau dulu dosis produk klink yang diberikan, baru bisa berikan saran lanjutan. Sementara saya ingin tau apakah selama 2 bulan ditangani bapak itu betul2 istirahat atau tetap beraktifitas seperti orang sehat? Syarat untuk kondisi demikian beliau harus istirahat kira-kira 6 bulan, jadi saya setuju harus dirawat lagi di rumah sakit.

  • Yayan Karyani 4:48 pm on April 7, 2010 Permalink | Reply
    Tags: detoksifikasi, makan pagi,   

    Bagaimana seharusnya makan pagi? 

    Bangun tidur kuterus mandi! Itu lagu yang kita pelajari waktu kecil. Sekarang kita sudah tidak kecil lagi, banyak hal yang harus kita ketahui dalam hidup ini mulai dari bangun tidur termasuk makan pagi.

    Makanan yang harus kita konsumsi pagi-pagi ada yang sudah disiapkan oleh pihak lain ada pula yang harus menyiapkan sendiri. Baik disiapkan maupun menyiapkan, intinya anda harus memutuskan pilihan jenis dan jumlah makanan yang akan dimakan pagi-pagi. Pilihan bisa berdasarkan kesukaan, jumlah uang, ketersediaan di lingkungan anda, tingkat kesehatan atau karena diwarnai oleh pengetahuan anda tentang makanan.

    Jika pengetahuan tentang kebutuhan makanan anda memadai, anda akan menyadari dulu bahwa usia anda berapa, keadaan gigi anda seperti apa, sedang fit atau tidak, dan aktifitas yang akan anda jalani hari itu apa saja.

    Selama tidur tadi malam,  anda tidak ada asupan ke dalam system cerna begitu juga ke system darah.  Kadar gula dalam darah anda tentu rendah, tetapi relatif bersih dari karbondioksida hasil samping reaksi pada aktifitas kemaren. Sisa makanan yang tdk bisa diserap di system cernapun siap dibuang.

    Jadi pagi-pagi itu masih fase detoksifikasi, untuk meningkatkan kadar gula darah boleh konsumsi karbohidrat sederhana sedikit saja, bisa juga ditambah sumber mikronutrisi yang mudah dicerna.

    Klik Disini Untuk Memberi Komentar / Pertanyaan
     
  • Yayan Karyani 3:08 pm on April 1, 2010 Permalink | Reply
    Tags: detoksifikasi, kesehatan, Minum, pencernaan   

    Berapa banyak kita harus minum air putih? 

    Banyak orang tidak faham fungsi minum dalam kehidupan. Dia hanya minum kalau haus, kalau melihat minuman segar atau bergengsi, kalau disuguhin orang agar di nilai menghormati dsb. Padahal air minum yang kita konsumsi tidak hanya sekedar itu. Air minum itu bisa berfungsi sebagai pelarut makanan, penstabil suhu tubuh, media keluarnya toksin dalam tubuh, penentu kualitas sel dll. Bayangkan anggur matang yang segar lengkap dengan kandungan air yang memadai jumlah dan penyebarannya dalam anggur segar tsb. Begitu kadar airnya berkurang dengan cara keluar lewat pori-pori kulit kemudian menguap, terus berlangsung proses tersebut sedemikian rupa hingga tidak mampu lagi air keluar dari anggur tsb, maka anggur berubah menjadi kismis! Ya ampun…. tidak ada lagi orang yang mengeluarkan air liurnya ketika melihat anggur yang sudah berubah jadi kismis. Demikian pula kita yang tubuhnya tersusun dari kira-kira 60 triliun sel. Andaikan sel itu tidak diberi munum sedikit-sedikit secara berkala, maka sel kita pun akan seperti kismis.

    MINUMLAH SATU GELAS SETIAP JAM KITA TIDAK TIDUR!!!!

    Klik Disini Untuk Memberi Komentar / Pertanyaan
     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel